METRO NTT — Perayaan Paskah memang telah berlalu, namun kisah-kisah kemanusiaan yang terjadi di baliknya masih meninggalkan kesan mendalam. Salah satu momen yang menyita perhatian publik datang dari aksi seorang perwira polisi yang dengan sigap membantu seorang warga lanjut usia (lansia) saat ibadah Jumat Agung di Gereja Pariwisata Stella Maris.
Peristiwa itu terjadi di tengah padatnya jemaat yang menghadiri ibadah Jumat Agung. Sebuah mobil yang berhenti di depan gerbang gereja menjadi awal perhatian. Di dalam kendaraan tersebut, seorang lansia yang menggunakan kursi roda tampak kesulitan untuk turun.
Tanpa menunggu lama, IPDA Thomas Ola Payi yang saat itu bertugas sebagai Perwira Jaga di Pos Pengamanan (Pos Pam) gereja, langsung bergerak menghampiri. Dengan penuh kehati-hatian, ia menggendong lansia tersebut keluar dari mobil, kemudian membantunya duduk di kursi roda sebelum mendorongnya masuk ke area gereja agar bisa mengikuti ibadah dengan nyaman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat dikonfirmasi, IPDA Thomas menyebut tindakannya sebagai bagian dari tanggung jawab moral sekaligus tugas sebagai anggota kepolisian.
“Sebagai anggota Polri, kami tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga harus hadir membantu masyarakat, apalagi mereka yang memiliki keterbatasan,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Ia menambahkan bahwa momen keagamaan seperti Jumat Agung merupakan waktu sakral bagi umat Kristiani. Karena itu, ia merasa penting memastikan setiap jemaat bisa beribadah tanpa hambatan, termasuk dari sisi akses.
“Kami di Pos Pam bukan sekadar berjaga. Kami ingin memastikan masyarakat merasa aman dan nyaman. Melihat jemaat bisa tersenyum dan beribadah dengan lancar, itu sudah menjadi kepuasan tersendiri,” tambahnya.
Aksi spontan tersebut pun menuai apresiasi dari warga yang menyaksikan langsung. Veronika (30), salah satu jemaat, mengaku terharu melihat kepedulian yang ditunjukkan aparat kepolisian.
“Jarang lihat polisi yang tanpa ragu menggendong lansia seperti itu. Ini benar-benar menunjukkan bahwa mereka melayani dengan hati,” katanya.
Kehadiran aparat keamanan di lokasi ibadah, khususnya di kawasan wisata seperti Labuan Bajo, memang tak hanya berfungsi menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. Lebih dari itu, kehadiran mereka juga menjadi simbol rasa aman sekaligus kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Momen ini menjadi pengingat bahwa di balik seragam yang identik dengan ketegasan, terdapat sisi kemanusiaan yang tulus. Aksi sederhana namun penuh makna dari IPDA Thomas Ola Payi menunjukkan bahwa pelayanan publik sejatinya bukan hanya soal tugas, tetapi juga tentang empati.
Penulis : Agustinus Ardi
Editor : Redaksi






