Kisah Donatus Tinggal di Gubuk Reyot di Manggarai Timur, Dinsos: Data Bansos Sedang Diusulkan ke Kemensos

- Editor

Sabtu, 14 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Sosial Manggarai Timur, Yani Gagu, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan terhadap data Donatus setelah pemberitaan mengenai kondisi hidupnya beredar di media.

Kepala Dinas Sosial Manggarai Timur, Yani Gagu, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan terhadap data Donatus setelah pemberitaan mengenai kondisi hidupnya beredar di media.

METRO NTT – Kisah hidup Donatus Ruek (58), warga Waerana, Kelurahan Ronggakoe, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, yang tinggal seorang diri di gubuk reyot mendapat perhatian publik. Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Sosial Kabupaten Manggarai Timur memastikan data Donatus sedang diproses untuk mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah.

Kepala Dinas Sosial Manggarai Timur, Yani Gagu, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan terhadap data Donatus setelah pemberitaan mengenai kondisi hidupnya beredar di media.

“Siang… Kami sudah cek datanya. BPJS aktif, tetapi desil (pemeringkatan kesejahteraannya) belum ditentukan oleh BPS. Semua bansos berdasarkan desil. Tabe,” ujar Yani saat dihubungi, Jumat (14/3/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Yani, saat ini Dinas Sosial telah mengusulkan data Donatus melalui aplikasi milik Kementerian Sosial agar dilakukan pemeringkatan status kesejahteraan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Setelah proses pemeringkatan selesai, pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial akan menentukan apakah Donatus masuk dalam kategori penerima bantuan sosial atau tidak.

“Kami usulkan melalui aplikasi Kemensos agar dapat pemeringkatan status kesejahteraannya. Lalu tinggal menunggu persetujuan atau approve dari Kemensos untuk bansos. Bantuan sosial diperuntukkan bagi masyarakat pada desil 1 sampai 4,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Donatus mengisahkan perjalanan hidupnya yang penuh kesederhanaan dan kesunyian. Ia telah tinggal di lokasi tersebut sejak kecil bersama kedua orang tuanya.

Setelah kedua orang tuanya meninggal dunia, Donatus memilih tetap bertahan di tempat itu, meskipun sebagian besar warga yang dulu tinggal di kawasan tersebut telah pindah ke Kampung Kower.

“Saya tinggal di sini sejak kecil bersama orang tua sampai mereka meninggal. Dulu di sini masih ada perkampungan, tapi sebagian warga sudah pindah ke Kampung Kower. Saya saja yang memilih tetap tinggal di sini,” ujar Donatus dengan nada lirih kepada wartawan, Kamis (12/3).

Baca Juga:  Akses Jalan Membaik, Kunjungan Pasien ke RSP Watunggong di Manggarai Timur Meningkat

Kini di usia yang tidak lagi muda, Donatus harus menjalani hidup seorang diri. Tubuhnya yang mulai renta serta kondisi kesehatan yang sering terganggu membuat aktivitas sehari-harinya menjadi semakin berat.

Ia tinggal di sebuah gubuk kecil yang kondisinya memprihatinkan. Atap rumahnya hampir roboh ketika angin kencang datang, dan air hujan kerap masuk dari berbagai sisi saat musim hujan tiba.

“Tidak ada pilihan lain selain tinggal di sini. Kadang kalau angin kencang atapnya hampir roboh, dan kalau hujan air masuk dari mana-mana. Saya hanya bisa pasrah,” tuturnya.

Donatus merupakan anak dari lima bersaudara, terdiri dari tiga laki-laki dan dua perempuan. Namun dua di antaranya telah meninggal dunia, sementara saudara lainnya telah berkeluarga dan tinggal di tempat berbeda.

Baca Juga:  BREAKING NEWS: KPK Resmi Menahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Kasus Harun Masiku

Kondisi itu membuat Donatus menjalani hidup seorang diri di tempat yang sudah ia tempati sejak kecil.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Donatus bekerja sebagai petani. Ia mengandalkan hasil kebun kecil miliknya dan sesekali bekerja membantu di kebun milik warga lain.

“Sehari-hari saya bertani dan kadang kerja di kebun orang untuk dapat uang. Tapi tidak setiap hari, karena saya juga sering sakit,” katanya.

Kisah Donatus menjadi potret kehidupan warga di pelosok daerah yang masih hidup dalam keterbatasan. Pemerintah daerah berharap proses pemeringkatan data oleh BPS segera rampung sehingga Donatus dapat masuk dalam daftar penerima bantuan sosial dari pemerintah pusat.

Penulis : Agustinus Ardi

Editor : Reims Nahal

Berita Terkait

Mario Pranda Surati Uskup Labuan Bajo, Singgung Ratusan Pegawai Jadi Korban Mutasi
Tak Perlu Antre, Bayar Pajak Kendaraan di NTT Kini Bisa Digital Lewat PRO NTT
6 Calon Jemaah Haji asal Kecamatan Lembor Resmi Dilepas, Camat: Pergi 6 Orang, Pulang Harus 6 Orang
Jalan Welu–Wuas Rusak Parah, Warga Minta Pemda Matim Segera Perbaiki di 2026
Pinjam 100 Miliar di Bank NTT, Bupati Agas:Pinjaman ini Fokus Untuk Infrastruktur Jalan Hotmix, Lapen, Air Minum Bersih dan 75 Rumah Layak Huni
Satlantas Polres Manggarai Gelar Police Goes To School di SMKN 1 Wae Ri’i, Edukasi Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini
Mutasi dan Promosi Pejabat Lingkup Pemkab Manggarai Digelar Bertahap
Antisipasi Laka Lantas dan Balap Liar, Satlantas Polres Manggarai Gelar Patroli Malam

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:30

Mario Pranda Surati Uskup Labuan Bajo, Singgung Ratusan Pegawai Jadi Korban Mutasi

Rabu, 20 Mei 2026 - 06:11

Tak Perlu Antre, Bayar Pajak Kendaraan di NTT Kini Bisa Digital Lewat PRO NTT

Kamis, 7 Mei 2026 - 09:05

6 Calon Jemaah Haji asal Kecamatan Lembor Resmi Dilepas, Camat: Pergi 6 Orang, Pulang Harus 6 Orang

Jumat, 24 April 2026 - 11:00

Jalan Welu–Wuas Rusak Parah, Warga Minta Pemda Matim Segera Perbaiki di 2026

Jumat, 24 April 2026 - 10:53

Pinjam 100 Miliar di Bank NTT, Bupati Agas:Pinjaman ini Fokus Untuk Infrastruktur Jalan Hotmix, Lapen, Air Minum Bersih dan 75 Rumah Layak Huni

Berita Terbaru