METRO NTT — Gunung Lewotobi Laki-laki kembali menunjukkan kedahsyatannya dalam erupsi yang mengejutkan warga, Senin malam (7/7/2025) pukul 19.32 WITA. Langit Flores Timur seolah dibelah oleh kolom abu pekat setinggi 13.000 meter dari puncak gunung—setara 14.584 meter di atas permukaan laut!
Warga yang tinggal di sekitar lereng gunung terbangun oleh suara dentuman yang menggema keras. Dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) di Desa Pululera, suara gemuruh terdengar menggetarkan udara, menandakan aktivitas vulkanik yang kembali memanas.
“Erupsi ini terekam dengan amplitudo maksimum 47,3 mm dan durasi hampir dua menit,” kata petugas pengamatan. Abu pekat berwarna kelabu hingga hitam menyembur deras ke arah barat dan barat laut, menutupi sebagian langit malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Status Masih Level IV: AWAS!
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memperingatkan, erupsi belum berhenti. Status tertinggi, Level IV (AWAS), tetap diberlakukan. Ini bukan peringatan biasa—ini alarm serius!
REKOMENDASI KRITIS DARI PVMBG:
Zona Bahaya Total:
Warga dan wisatawan dilarang keras mendekat dalam radius 6 km dari pusat letusan. Bahkan sektoral barat daya hingga timur laut diperluas hingga 7 km. Jangan main-main dengan zona merah!
Hujan Abu Mulai Jatuh:
Wilayah di sekitar lereng mulai diguyur hujan abu. PVMBG imbau masyarakat gunakan masker, penutup mulut, dan kacamata untuk mencegah gangguan pernapasan dan iritasi mata.
Awas Banjir Lahar!
Kondisi cuaca hujan bisa memicu banjir lahar yang mematikan. Sungai-sungai berhulu di puncak gunung seperti di Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote berisiko tinggi terdampak.
Kontak Resmi Jangan Asal Share Info Hoaks!
Masyarakat diminta tidak mudah terpancing isu menyesatkan. Gunakan jalur informasi resmi:
PVMBG: (022) 7272606
Pos PGA Lewotobi Laki-laki di Pululera
Situs resmi MAGMA Indonesia
Dentuman Terasa Sampai Desa! Warga Panik atau Siaga?
Sejumlah warga mengaku panik dan mulai mengungsi mandiri ke daerah aman. Namun pemerintah mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan aparat desa dan petugas pengamatan.
TIDAK ADA AKTIVITAS DI ZONA MERAH
Gunung api tidak mengenal kompromi. Aktivitas pertanian, wisata, dan bentuk kunjungan lainnya dalam radius bahaya harus dihentikan total hingga situasi benar-benar aman.
Lewotobi Sedang Bangun! Siapkah Kita Hadapi Amukannya?
Gunung yang kerap disebut “saudara kembar” karena berdampingan dengan Lewotobi Perempuan ini, kini sedang mengirimkan sinyal kuat: alam sedang berbicara lantang.
Tetap waspada, tetap terinformasi, dan jangan pernah remehkan tanda-tanda dari bumi.
Lewotobi belum selesai!






