Duh, Tangan Kanan Warga Kupang Terputus Diterkam Buaya Saat Sedang Mancing Ikan

- Editor

Selasa, 11 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

METRO NTT — Nasib nahas dialami seorang pria bernama Jiki Orlando Benu.

Saat memancing ikan di danau Danau Tuadale, Desa Lifuleo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dirinya diterkam buaya Akibatnya, tangan kanan Jiki terputus.

“Korban mengalami luka serius di bagian tangan kanannya hingga putus setelah diterkam buaya saat memancing ikan,” ujar Kapolsek Kupang Barat, Ipda Syamsudin Noor, Selasa (11/2/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Syamsudin menuturkan Jiki awalnya memancing ikan di pinggir Danau Tuadale seorang diri pada Senin (10/2/2025). Padahal, danau tersebut dikenal sebagai habitat buaya.

Saat hendak melempar umpan, tiba-tiba buaya berukuran sekitar 4 meter muncul dan langsung menerkam pergelangan tangan pria berusia 27 tahun itu. Panik, Jiki berupaya melarikan diri meski dalam kondisi terluka parah. Reptil ganas itu terus mengejarnya, tetapi Jiki berhasil menyelamatkan diri.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu bergegas memberikan pertolongan dan membawa Jiki ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) WZ Johanes Kupang. “Hingga saat ini korban masih dirawat di RSUD WZ Johanes Kupang karena lukanya cukup serius,” tutur Syamsudin.

Baca Juga:  Timsesnya Ikut Rapat Bersama Yohan-Thomas, Ternyata Heri-Karel Dukung Maksi-Ronald

Syamsudin mengungkapkan Danau Tuadale dikenal sebagai sarang buaya. Warga setempat juga kerap melihat buaya berkeliaran di sana. Meski begitu, warga masih kerap mencari ikan dan beraktivitas di sekitar perairan tersebut.

Baca Juga:  Gagasan Penguatan Identitas Ruteng Mengemuka, Usung Konsep Kota Sejuk dan Inklusif

“Dengan sering terjadinya serangan buaya di Danau Tuadale sudah seharusnya menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di daerah yang diketahui sebagai habitat buaya,” pungkas Syamsudin.

Sumber: Detik.com

Berita Terkait

Mario Pranda Surati Uskup Labuan Bajo, Singgung Ratusan Pegawai Jadi Korban Mutasi
Tak Perlu Antre, Bayar Pajak Kendaraan di NTT Kini Bisa Digital Lewat PRO NTT
6 Calon Jemaah Haji asal Kecamatan Lembor Resmi Dilepas, Camat: Pergi 6 Orang, Pulang Harus 6 Orang
Jalan Welu–Wuas Rusak Parah, Warga Minta Pemda Matim Segera Perbaiki di 2026
Pinjam 100 Miliar di Bank NTT, Bupati Agas:Pinjaman ini Fokus Untuk Infrastruktur Jalan Hotmix, Lapen, Air Minum Bersih dan 75 Rumah Layak Huni
Satlantas Polres Manggarai Gelar Police Goes To School di SMKN 1 Wae Ri’i, Edukasi Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini
Mutasi dan Promosi Pejabat Lingkup Pemkab Manggarai Digelar Bertahap
Antisipasi Laka Lantas dan Balap Liar, Satlantas Polres Manggarai Gelar Patroli Malam

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:30

Mario Pranda Surati Uskup Labuan Bajo, Singgung Ratusan Pegawai Jadi Korban Mutasi

Rabu, 20 Mei 2026 - 06:11

Tak Perlu Antre, Bayar Pajak Kendaraan di NTT Kini Bisa Digital Lewat PRO NTT

Kamis, 7 Mei 2026 - 09:05

6 Calon Jemaah Haji asal Kecamatan Lembor Resmi Dilepas, Camat: Pergi 6 Orang, Pulang Harus 6 Orang

Jumat, 24 April 2026 - 11:00

Jalan Welu–Wuas Rusak Parah, Warga Minta Pemda Matim Segera Perbaiki di 2026

Jumat, 24 April 2026 - 10:53

Pinjam 100 Miliar di Bank NTT, Bupati Agas:Pinjaman ini Fokus Untuk Infrastruktur Jalan Hotmix, Lapen, Air Minum Bersih dan 75 Rumah Layak Huni

Berita Terbaru