
METRO NTT — Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan melalui Dapur Siru Wae Bangka, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, menuai sorotan warganet. Sorotan itu muncul setelah sebuah unggahan di media sosial Facebook mempertanyakan nilai gizi menu MBG yang diterima peserta didik.
Unggahan tersebut berasal dari akun bernama Imelda Mam Asilva dan diposting pada Selasa, 27 Januari 2026. Dalam unggahannya, pemilik akun memaparkan secara rinci menu MBG hari itu, lalu mempertanyakan kandungan gizi makanan yang disajikan.
“MBG hari ini, Selasa, 27 Januari 2026. Nasi putih, telur rebus, tempe goreng tanpa rasa, sayur labu, buahnya jeruk asam. Kira-kira berapa nilai gizi dari makanan ini? Sayurnya setiap hari labu parut,” tulis akun tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di akhir unggahan, pemilik akun menambahkan sejumlah tagar, antara lain #MBGdapursiru, #sdnmalawatar, dan #SorotanPublik.
Tak lama setelah diunggah, postingan itu diketahui telah dihapus. Namun, tangkapan layar unggahan tersebut telah beredar dan diterima oleh awak media untuk kepentingan konfirmasi.
Penelusuran awak media terhadap aktivitas akun Imelda Mam Asilva menunjukkan sejumlah unggahan yang berkaitan dengan kegiatan guru dan lingkungan sekolah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga sekitar, pemilik akun tersebut diduga merupakan Kepala Sekolah di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Malawatar, Kecamatan Lembor.
Meski demikian, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari yang bersangkutan. Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp yang dikirim pada Rabu, 28 Januari 2026, pukul 12.31 Wita, belum mendapat respons. Pesan tersebut diketahui telah terkirim dan dibaca.
Awak media juga mencoba meminta keterangan dari Aleks, pengelola Dapur MBG Siru Wae Bangka. Namun, hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.
Program MBG merupakan salah satu agenda pemerintah untuk meningkatkan asupan gizi peserta didik. Namun, perdebatan mengenai variasi menu, cita rasa, dan kecukupan nilai gizi kerap mencuat di berbagai daerah.
Unggahan yang sempat viral ini kembali membuka ruang diskusi publik tentang standar mutu dan pengawasan pelaksanaan program tersebut di tingkat lapangan.
Hingga kini, pihak pengelola dapur maupun instansi terkait belum memberikan penjelasan resmi mengenai komposisi gizi menu MBG yang dipersoalkan.
Penulis : Fendi Ruem
Editor : Redaksi








