Tokoh Muda Labuan Bajo Dorong Pelibatan Tokoh Adat dalam Pencarian Korban KM Putri Sakinah

- Editor

Sabtu, 3 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tokoh Muda Labuan Bajo Dorong Pelibatan Tokoh Adat dalam Pencarian Korban KM Putri Sakinah

Tokoh Muda Labuan Bajo Dorong Pelibatan Tokoh Adat dalam Pencarian Korban KM Putri Sakinah

METRO NTT — Tragedi tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Selat Padar, kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), pada Desember 2025 lalu masih menyisakan duka mendalam. Hingga kini, tiga wisatawan asal Spanyol yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut belum ditemukan, meski upaya pencarian telah dilakukan secara intensif oleh tim gabungan.

Menanggapi kondisi tersebut, tokoh muda Labuan Bajo, Ricky Morgan, angkat bicara. Ia menilai, pencarian para korban perlu melibatkan seluruh unsur, termasuk para pemangku adat setempat, sebagai bentuk ikhtiar lahir dan batin.

“Kita sudah melihat keterlibatan pemerintah, TNI, Polri, Basarnas, hingga relawan. Namun saya melihat ada satu pendekatan yang belum dicoba secara menyeluruh, yakni keterlibatan tokoh adat,” kata Ricky kepada awak media, Sabtu (3/01/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kronologi Tenggelamnya KM Putri Sakinah
KM Putri Sakinah dilaporkan tenggelam di perairan Selat Padar pada 26 Desember 2025. Kapal wisata tersebut membawa sejumlah wisatawan asing dan kru saat sedang berlayar di kawasan TNK. Diduga, kapal mengalami gangguan akibat cuaca buruk disertai gelombang tinggi, sebelum akhirnya terbalik dan tenggelam.

Baca Juga:  Prestasi Gemilang Dibalik Sosok General Manager Baru Hotel Meruorah Rudy Rudolf H Butar Butar

Dalam insiden itu, beberapa penumpang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Namun, empat wisatawan asal Spanyol dinyatakan hilang. Setelah proses pencarian berlangsung, satu korban berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, sementara tiga korban lainnya hingga kini masih belum ditemukan.

Upaya Pencarian Tim SAR

Sejak kejadian tersebut, Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI AL, Polairud, KSOP, Balai Taman Nasional Komodo, serta relawan lokal telah melakukan pencarian intensif. Operasi SAR dilakukan melalui penyisiran laut dan udara di sejumlah titik yang diperkirakan menjadi lokasi jatuhnya korban.

Baca Juga:  Kupang Memanas! Mahasiswi Kirim Video Tak Senonoh ke Mantan yang Sudah Punya Pacar! Istri Sah Brimob Bongkar Semua Aibnya!

Pencarian dilakukan dengan menggunakan kapal cepat, kapal nelayan, peralatan selam, serta pemantauan udara menggunakan drone dan helikopter. Namun, kondisi arus laut yang kuat, kedalaman perairan, serta cuaca yang kerap berubah menjadi kendala utama dalam proses pencarian.

Dorongan Pelibatan Upacara Adat

Ricky Morgan menilai, dalam konteks budaya Manggarai, pendekatan adat kerap menjadi jalan ikhtiar yang diyakini masyarakat setempat.

“Yang saya lihat dalam kebiasaan masyarakat adat Manggarai, ketika ada warga yang hilang karena tenggelam atau sebab lainnya, tokoh adat yang memahami prosedur adat akan melakukan ritual tertentu, seperti membawa ayam hitam dan telur dalam sebuah seremoni adat untuk mencari petunjuk,” jelas Ricky.

Menurutnya, ritual tersebut memang terlihat sederhana, namun dalam banyak pengalaman masyarakat, upacara adat kerap memberikan jawaban dan membantu menemukan korban yang hilang.

“Ini mungkin dianggap halu atau lelucon oleh sebagian orang. Tapi apa salahnya kita mencoba dengan berbagai cara dan upaya. Perairan Labuan Bajo ini ada pemiliknya, ada leluhur (empo). Bisa jadi mereka membutuhkan doa. Apalagi hampir setiap tahun selalu ada peristiwa orang tenggelam di perairan TNK,” ujarnya dengan nada sedih.

Baca Juga:  Duit Arisan Rp30 Juta Diduga Raib, Ibu Bhayangkari di Labuan Bajo Dilaporkan ke Polisi! Peserta: “Uangku Dibilang Hangus Padahal Aku Bayar!”

Harapan kepada Pemerintah

Ricky berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat merespons usulan pelaksanaan upacara adat tersebut sebagai bagian dari upaya kemanusiaan.

“Harapan saya, pemerintah bisa merespons ini secepatnya. Ini bukan untuk meniadakan kerja SAR, tetapi sebagai pelengkap ikhtiar, agar keluarga korban mendapat kejelasan dan ketenangan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian terhadap tiga korban KM Putri Sakinah masih terus dilanjutkan oleh Tim SAR gabungan, dengan evaluasi berkala menyesuaikan kondisi cuaca dan perairan di Selat Padar.

Penulis : Tim Metro NTT

Editor : R. Nahal

Berita Terkait

Bupati Agas Resmi Membuka Kegiatan Muskomcab dan Masa Penerimaan Anggota Pemuda Katolik Cabang Manggarai Timur
Peduli Sesama, Satlantas Polres Manggarai Barat Bagikan Sembako Door-to-Door, Kepada Warga di Kota Premium Labuan Bajo
Kapolsek Satarmese Pimpin Kerja Bakti Bersama TNI dan Masyarakat Perbaik Jalan Rusak di Desa Iteng
Satlantas Polres Manggarai Patroli Malam, Cegah Balap Liar hingga Tekan Kecelakaan
Warga Lembor Ditemukan Tewas di Sawah Wae Bangka, Begini Pengakuan Warga
Sosok IPDA Thomas Ola Payi: Ketulusan di Balik Seragam saat Jumat Agung di Labuan Bajo
UPTD SPAM Manggarai Timur Gandeng BRI, Permudah Pembayaran Air hingga ke Pelosok
Peduli Pendidikan di Sumba Timur, Wakapolda NTT Salurkan Bantuan untuk Siswa dan Perbaikan Sekolah

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 23:13

Bupati Agas Resmi Membuka Kegiatan Muskomcab dan Masa Penerimaan Anggota Pemuda Katolik Cabang Manggarai Timur

Sabtu, 18 April 2026 - 06:56

Peduli Sesama, Satlantas Polres Manggarai Barat Bagikan Sembako Door-to-Door, Kepada Warga di Kota Premium Labuan Bajo

Sabtu, 18 April 2026 - 06:52

Kapolsek Satarmese Pimpin Kerja Bakti Bersama TNI dan Masyarakat Perbaik Jalan Rusak di Desa Iteng

Kamis, 16 April 2026 - 04:52

Satlantas Polres Manggarai Patroli Malam, Cegah Balap Liar hingga Tekan Kecelakaan

Kamis, 9 April 2026 - 02:42

Sosok IPDA Thomas Ola Payi: Ketulusan di Balik Seragam saat Jumat Agung di Labuan Bajo

Berita Terbaru