METRO NTT – Sebuah tangkapan layar percakapan antara seorang pria yang diduga sebagai “bapak kos” dengan seorang temannya menjadi viral di media sosial. Isi obrolan mereka mengungkap dugaan praktik hubungan tersembunyi antara pemilik kos dan anak-anak kos perempuan yang masih muda, bahkan disebut-sebut sebagai mahasiswi yang butuh uang.
Percakapan tersebut memperlihatkan bagaimana sang pria yang memakai akun bernama Tony Rote Jr. dengan santai menyatakan keinginannya mencari anak kos yang “polos-polos dan butuh uang banget.” Ia juga menyinggung bahwa di tempat kosnya banyak mahasiswi yang kerap meminjam uang.
“Ada jhu anak kos yg pinjam-pinjam uang donk banyak,” tulisnya.
Temannya kemudian membalas, “Na om Tarek ame 1 su kow om mkn su.”
Sang bapak kos pun menjawab, “Cu sering-sering tapi rahasia.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Yang membuat warganet geleng-geleng kepala adalah gaya komunikasi santai dan cenderung menggoda, ditambah keinginan untuk menjalin hubungan diam-diam dengan mahasiswi yang kos di tempatnya. Dalam percakapan itu, ia bahkan menyatakan bahwa “rugi kalau uang tidak dibarang bagus,” seolah menyamakan bantuan finansial dengan timbal balik berupa hubungan asmara atau fisik.
Tak sampai di situ, saat ditanya sudah berapa anak kos yang ia “urus,” sang bapak kos hanya menjawab singkat: “Rahasia.”
Unggahan tangkapan layar ini mengundang kecaman dari warganet yang menilai sikap bapak kos ini sangat tidak etis dan bisa mengarah pada praktik eksploitasi terhadap anak kos perempuan yang sedang kesulitan ekonomi.
“Ini bukan cuma soal moral, tapi bisa masuk ranah hukum jika terbukti terjadi pemaksaan atau ketergantungan ekonomi yang disalahgunakan,” komentar salah satu aktivis perempuan.
Hingga berita ini dirilis, belum ada klarifikasi dari pihak yang bersangkutan. Namun, warganet ramai menyerukan agar pihak berwenang menelusuri kebenaran percakapan ini dan memastikan keselamatan anak-anak kos yang tinggal di tempat tersebut.
Kata Warganet:
“Bapak kos keras… Tapi kelakuannya lebih keras lagi. Harus dibina atau dibinasakan ini!”
Note: Redaksi tidak dapat memastikan keaslian percakapan ini secara independen. Namun, jika benar, kasus ini patut menjadi perhatian masyarakat dan aparat.






