Telkomsel Dicap Kejam di DPR! Anggota Dewan Bongkar ‘Skandal’ Kuota Internet yang Hilang Misterius

- Editor

Rabu, 9 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Telkomsel Dicap Kejam di DPR! Anggota Dewan Bongkar 'Skandal' Kuota Internet yang Hilang Misterius

Telkomsel Dicap Kejam di DPR! Anggota Dewan Bongkar 'Skandal' Kuota Internet yang Hilang Misterius

METRO NTT – Kritik pedas meledak di ruang rapat DPR RI. Kali ini, operator raksasa milik negara, Telkomsel, menjadi sasaran tembak lantaran praktik “penghangusan” kuota internet pelanggan yang dinilai sangat merugikan masyarakat. Yang menyuarakan kegeraman itu bukan orang sembarangan—anggota Komisi VI DPR RI, Sadarestuwati, dengan lantang menyebut Telkomsel sebagai operator yang “kejam”.

“Kalau di sini boleh saya katakan, Telkomsel kejam karena melenyapkan sisa kuota dari para penggunanya!” seru Sadarestuwati dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Dirut PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, yang disiarkan langsung di kanal YouTube Komisi VI DPR RI, Rabu (9/7/2025).

Sadarestuwati tak main-main. Ia mendesak agar praktik kuota hangus ini segera dievaluasi. Menurutnya, sisa kuota yang terbuang setiap bulan bisa mencapai angka yang sangat besar. Dan yang lebih miris, masyarakat—terutama di daerah pelosok—tidak punya banyak pilihan operator selain Telkomsel.

“Kalau rakyat lari dari Telkomsel, mereka harus lari ke mana? Starlink pun belum tentu bisa masuk ke desa saya,” keluhnya, sembari menceritakan pengalaman pribadi yang harus keluar rumah hanya demi mendapat sinyal meski sudah langganan WiFi.

Sadarestuwati juga menyoroti kejanggalan terkait sisa kuota yang hilang begitu saja. Ia bahkan menduga kuota-kuota tak terpakai itu masuk dalam neraca keuntungan perusahaan.

“Ini persoalan besar! Ke mana larinya sisa kuota itu? Harusnya masuk ke laba Telkom dong? Tapi kami tidak pernah diberi hitung-hitungan resminya!” ujarnya dengan nada meninggi.

Baca Juga:  Bupati Agas Resmi Membuka Kegiatan Muskomcab dan Masa Penerimaan Anggota Pemuda Katolik Cabang Manggarai Timur

Dirinya mengaku pengguna kartu Halo Telkomsel, dan tiap bulan harus membayar kuota yang nyaris tak terpakai 50 persen. “Saya ini pengguna Halo. Tapi kuota saya selalu sisa dan tak pernah dipakai. Tetap saja dibayar. Lalu sisa kuota saya itu ke mana?” tanyanya tajam.

Tak hanya Sadarestuwati, Mufti Aimah Nurul Anam, anggota Komisi VI DPR lainnya, turut memperkuat kritik. Mufti menyebut, dirinya menerima banyak keluhan masyarakat yang merasa tertipu karena kuota mereka hangus saat masa aktif kartu berakhir.

“Ketika masa aktif habis, kuota mereka lenyap. Ini jadi masalah besar,” ujar Mufti.

Lebih lanjut, ia membandingkan kebijakan Telkomsel dengan operator luar negeri seperti di Malaysia dan Singapura, yang menurutnya jauh lebih bijak karena memperbolehkan rollover atau akumulasi kuota ke bulan berikutnya.

Baca Juga:  Geger Dunia Arab: Rekaman Misterius Ungkap Pangeran Kuwait Masuk Kristen?

“Kami coba benchmark. Di Malaysia dan Singapura, kuota masih bisa dipakai di bulan depan walau masa aktifnya habis. Kenapa Telkomsel nggak bisa seperti itu?” tanyanya retoris.

Mufti pun mengingatkan, Telkomsel adalah perusahaan pelat merah. Ironis jika justru terlihat lebih “kapitalis” daripada perusahaan swasta luar negeri.

“Jangan sampai Telkomsel malah lebih rakus dari perusahaan-perusahaan swasta Singapura atau Malaysia. Ini tragis kalau sampai terjadi!” pungkasnya.

Kini, publik menanti penjelasan resmi dari Telkomsel. Akankah perusahaan pelat merah ini menjawab kecurigaan soal “ke mana larinya sisa kuota rakyat”? Ataukah isu ini akan kembali tenggelam dalam sunyi—sementara pelanggan tetap membayar kuota yang tak pernah mereka nikmati?

Berita Terkait

Dampak Gempa, Puskesmas Wae Nakeng Alami Keretakan dan Pelayanan Dipindahkan ke Gedung Lama
KBM Tatap Muka di Manggarai Raya Dihentikan Sementara Pascagempa Flores
Kehadiran Dandim Manggarai Barat Berbuah Solusi, Upah Buruh Proyek KDMP Pong Majok Akhirnya Dibayarkan, Pekerja: Kami Akhirnya Bisa Bernapas Lega
Berkat Pendampingan Kodim Manggarai Barat, Pembayaran Upah Buruh Proyek KDMP di Desa Liang Sola Akhirnya Terealisasi
Proyek Fisik KDMP Hampir Rampung Tahap Satu, Upah Buruh di Desa Liang Sola Belum Dibayar
52 Desa Persiapan di Kabupaten Manggarai Jalani Verifikasi Faktual, Golo Wangko Optimis Menuju Desa Definitif
Mario Pranda Surati Uskup Labuan Bajo, Singgung Ratusan Pegawai Jadi Korban Mutasi
Tak Perlu Antre, Bayar Pajak Kendaraan di NTT Kini Bisa Digital Lewat PRO NTT

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:30

Dampak Gempa, Puskesmas Wae Nakeng Alami Keretakan dan Pelayanan Dipindahkan ke Gedung Lama

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:25

KBM Tatap Muka di Manggarai Raya Dihentikan Sementara Pascagempa Flores

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:32

Berkat Pendampingan Kodim Manggarai Barat, Pembayaran Upah Buruh Proyek KDMP di Desa Liang Sola Akhirnya Terealisasi

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:30

Proyek Fisik KDMP Hampir Rampung Tahap Satu, Upah Buruh di Desa Liang Sola Belum Dibayar

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:02

52 Desa Persiapan di Kabupaten Manggarai Jalani Verifikasi Faktual, Golo Wangko Optimis Menuju Desa Definitif

Berita Terbaru