METRO NTT – Kecelakaan tragis kembali terjadi di tikungan maut Wae Nengke, Lembor, Manggarai Barat, NTT. Sebuah mobil Toyota Fortuner dilaporkan terjun bebas ke jurang pada Senin malam, menyebabkan sang istri tewas di tempat, sementara suaminya selamat dari maut.
Peristiwa memilukan ini pertama kali dibagikan oleh akun Facebook Ernest Nai yang menuliskan peringatan keras bagi semua pengguna jalan.
“Siapa yang tidak kenal tikungan Wae Nengke Lembor. Saya saja yang tiap hari lewat sini tetap kaku kalau bawa motor sendiri. Terjadi lagi tadi malam, mobil Fortuner terjun bebas. Suaminya selamat, istrinya meninggal. Bagi kita semua pengendara, tolong jangan buru-buru. Pelan-pelan pasti sampai. Kalau capek, istirahat dulu. Hari sial tidak ada di kalender,” tulis Ernest dalam unggahannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga sekitar juga turut bersuara. Akun Sherly menulis,
“Kami yang dekat rumah tadi malam kaget. Kami pikir mobil besar yang tidak bisa lewat, padahal kecelakaan. Pengaruh hujan tadi malam.”
Sementara itu, akun Bona Vantura menyampaikan bahwa ini merupakan kecelakaan kedua di lokasi yang sama dalam beberapa bulan terakhir.
“Ini kecelakaan yang kedua setelah mobil Carry di bulan Februari. Kalau boleh saran, karena tempatnya rawan, harus dibuat tembok penahan tinggi 2 meter dan lebar 60 cm.”
Ucapan duka pun mengalir dari warganet. Akun Saver Adu menuliskan,
“Turut berduka cita dan terima kasih karena telah diingatkan untuk semua para pengendara.”
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Polsek Lembor mengenai kronologi dan identitas lengkap korban.
Namun berdasarkan pemberitaan dari media kliksulsel menyebut, sebuah mobil Toyota Fortuner putih bernomor polisi EB 1571 EE mengalami kecelakaan tunggal di tanjakan Wae Nengke, Desa Siru, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, pada Senin (30/6) sekitar pukul 20.00 WITA.
Mobil yang dikemudikan Hendra Jehabit (28) tersebut kehilangan tenaga saat menanjak, lalu mundur dan terjun ke jurang. Tujuh penumpang berada di dalam kendaraan, termasuk seorang bayi berusia 11 bulan.
Ludgardis Nadia Dewi Juwita (25), warga Kampung Cuncalawar, Desa Tenda, dinyatakan meninggal dunia di Puskesmas Wae Nakeng akibat luka serius. Enam penumpang lainnya mengalami luka-luka, termasuk Rikardus Mundur (41) dan bayi Angelita Ayu Jeafanya.
Warga sekitar yang mendengar suara benturan segera memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban ke fasilitas medis terdekat. Polisi masih menyelidiki penyebab kecelakaan, sementara mobil masih berada di jurang.
Insiden ini kembali menyoroti bahaya di jalur tanjakan curam penghubung Labuan Bajo–Ruteng.
Tikungan Wae Nengke dikenal sebagai salah satu jalur paling berbahaya di wilayah Lembor, terutama saat hujan mengguyur dan jalanan menjadi licin. Banyak warga berharap agar pemerintah segera mengambil tindakan nyata guna mencegah jatuhnya korban lebih banyak di masa mendatang.
Ingat! Keselamatan lebih penting dari kecepatan. Jika lelah, berhentilah sejenak. Jalan licin bisa membawa malapetaka. ***






