METRO NTT — Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diselenggarakan di Waingapu, Sumba Timur menjadi sorotan setelah viral di media sosial seorang siswi SD mengaku menemukan daging yang masih berdarah.
Kejadian ini dibagikan oleh akun Facebook Renei Lasa. Akun membagikan foto seorang siswi SD yang menunjukan daging masih berdarah dalam tempat makan.
Diduga peristiwa ini dialami oleh siswi SDN 3 Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Makan siang gratis di hari 3
Tetdapat daging yang masih darah segar akhirnya merasa mual dan anak tidak bisa makan
Sadis yaaa..” tulis akun Renei Lasa.
Postingan ini sontak menjadi viral dan banyak dikomentari dan dibagikan ulang oleh pengguna facebook lainya.
Sementara kasus lainnya terjadi di SMPN 1 Komodo Labuan Bajo kabupaten Manggarai Barat.
seorang Siswi SMPN 1 Komodo Labuan Bajo kabupaten Manggarai Barat mengakui ada belatung pada makanan yang disediakan pada program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Selain belatung, siswi bernama Graec itu juga mengatakan buah yang berikan sudah bau dan busuk.
Diketahui, Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur (NTT) dimulai hari ini Senin, 17 Februari 2025.
“Setelah petugas membagikan makanan, kami menemukan ada ulat pada makanan. Kami minta pemasak dan ahli gizi untuk memperhatikan agar kami tidak salah memakan”, kata Grace dilansir Senin 17 Februari 2025.
Padahal sebelum makanan didistribusikan ke siswa, petugas Loka POM Manggarai Barat telah melakukan pemeriksaan sampel dan merekomendasikan makanan tersebut layak dikonsumsi.
Yayasan Sejahtera Desaku sebagai penyedia MBG enggan berkomentar terkait adanya belatung pada makanan yang didistribusikan ke SMPN 1 Komodo.
Sementara Pihak Sekolah SMPN 1 Komodo meminta penyedia untuk mengevaluasi pelaksanaan Program MBG di sekolahnya.
“Usai kegiatan, penyedia kami panggil untuk mengevaluasi persiapan dan kesehatan makanan yang diberikan ke siswa, berharap hari berikutnya masalah di hari pertama tidak terjadi lagi”, kata Kepala Sekolah SMPN 1 Komodo Matias Dima.
Hari pertama Program MBG di Manggarai Barat, penyedia menyediakan menu terdiri dari nasi putih, sayuran kacang panjang, potongan kecil daging ayam, serta 1 potong buah lemon. Makanan tersebut disajikan dalam 1 kotak makan dari plastik.
Penyedia tidak menyediakan air minum serta sendok dan garpu. Siswa diminta menyediakan sendiri dari rumah. Kondisi tersebut membuat banyak siswa makan dengan mengunakan tangan dan tidak minum air usai makan.
Matias Dima mengatakan Program Makanan Bergizi Gratis di sekolahnya berdampak pada meningkatnya jumlah siswa yang datang bersekolah.
“Biasanya dari 900-san siswa hampir 50 orang tidak hadir dengan berbagai alasan. Namun dengan program MBG, tingkat partisipasi cukup tinggi”, pungkasnya.
Enam Sekolah tersebut berada di kota Labuan Bajo. Sebanyak 3.000 kotak makan akan terus didistribusikan ke 6 sekolah tersebut setiap hari, dari senin hingga jumat.
Dirangkum dari Sejumlah Sumber






