Program Makan Bergizi Gratis di NTT, Siswi Ngaku Makan Daging yang Masih Berdarah

- Editor

Kamis, 20 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

METRO NTT — Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diselenggarakan di Waingapu, Sumba Timur menjadi sorotan setelah viral di media sosial seorang siswi SD mengaku menemukan daging yang masih berdarah.

Kejadian ini dibagikan oleh akun Facebook Renei Lasa. Akun membagikan foto seorang siswi SD yang menunjukan daging masih berdarah dalam tempat makan.

Diduga peristiwa ini dialami oleh siswi SDN 3 Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Makan siang gratis di hari 3
Tetdapat daging yang masih darah segar akhirnya merasa mual dan anak tidak bisa makan
Sadis yaaa..” tulis akun Renei Lasa.

Postingan ini sontak menjadi viral dan banyak dikomentari dan dibagikan ulang oleh pengguna facebook lainya.

Baca Juga:  Wakil Bupati Manggarai Timur, Resmikan Kantor PT.Silvano Maynard di Desa Compang Ndejing

Sementara kasus lainnya terjadi di SMPN 1 Komodo Labuan Bajo kabupaten Manggarai Barat.

seorang Siswi SMPN 1 Komodo Labuan Bajo kabupaten Manggarai Barat mengakui ada belatung pada makanan yang disediakan pada program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Selain belatung, siswi bernama Graec itu juga mengatakan buah yang berikan sudah bau dan busuk.

Diketahui, Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur (NTT) dimulai hari ini Senin, 17 Februari 2025.

“Setelah petugas membagikan makanan, kami menemukan ada ulat pada makanan. Kami minta pemasak dan ahli gizi untuk memperhatikan agar kami tidak salah memakan”, kata Grace dilansir Senin 17 Februari 2025.

Padahal sebelum makanan didistribusikan ke siswa, petugas Loka POM Manggarai Barat telah melakukan pemeriksaan sampel dan merekomendasikan makanan tersebut layak dikonsumsi.

Baca Juga:  Warga Lento Apresiasi Pemda Manggarai Timur Bangun Jalan Watu Ci’e–Deno Senilai Rp14 Miliar

Yayasan Sejahtera Desaku sebagai penyedia MBG enggan berkomentar terkait adanya belatung pada makanan yang didistribusikan ke SMPN 1 Komodo.

Sementara Pihak Sekolah SMPN 1 Komodo meminta penyedia untuk mengevaluasi pelaksanaan Program MBG di sekolahnya.

“Usai kegiatan, penyedia kami panggil untuk mengevaluasi persiapan dan kesehatan makanan yang diberikan ke siswa, berharap hari berikutnya masalah di hari pertama tidak terjadi lagi”, kata Kepala Sekolah SMPN 1 Komodo Matias Dima.

Hari pertama Program MBG di Manggarai Barat, penyedia menyediakan menu terdiri dari nasi putih, sayuran kacang panjang, potongan kecil daging ayam, serta 1 potong buah lemon. Makanan tersebut disajikan dalam 1 kotak makan dari plastik.

Baca Juga:  Atap Rumah Warga di Pota Wangka Terbongkar Diterjang Angin, Kabel Listrik Putus

Penyedia tidak menyediakan air minum serta sendok dan garpu. Siswa diminta menyediakan sendiri dari rumah. Kondisi tersebut membuat banyak siswa makan dengan mengunakan tangan dan tidak minum air usai makan.

Matias Dima mengatakan Program Makanan Bergizi Gratis di sekolahnya berdampak pada meningkatnya jumlah siswa yang datang bersekolah.

“Biasanya dari 900-san siswa hampir 50 orang tidak hadir dengan berbagai alasan. Namun dengan program MBG, tingkat partisipasi cukup tinggi”, pungkasnya.

Enam Sekolah tersebut berada di kota Labuan Bajo. Sebanyak 3.000 kotak makan akan terus didistribusikan ke 6 sekolah tersebut setiap hari, dari senin hingga jumat.

Dirangkum dari Sejumlah Sumber

Berita Terkait

Dampak Gempa, Puskesmas Wae Nakeng Alami Keretakan dan Pelayanan Dipindahkan ke Gedung Lama
KBM Tatap Muka di Manggarai Raya Dihentikan Sementara Pascagempa Flores
Kehadiran Dandim Manggarai Barat Berbuah Solusi, Upah Buruh Proyek KDMP Pong Majok Akhirnya Dibayarkan, Pekerja: Kami Akhirnya Bisa Bernapas Lega
Berkat Pendampingan Kodim Manggarai Barat, Pembayaran Upah Buruh Proyek KDMP di Desa Liang Sola Akhirnya Terealisasi
Proyek Fisik KDMP Hampir Rampung Tahap Satu, Upah Buruh di Desa Liang Sola Belum Dibayar
52 Desa Persiapan di Kabupaten Manggarai Jalani Verifikasi Faktual, Golo Wangko Optimis Menuju Desa Definitif
Mario Pranda Surati Uskup Labuan Bajo, Singgung Ratusan Pegawai Jadi Korban Mutasi
Tak Perlu Antre, Bayar Pajak Kendaraan di NTT Kini Bisa Digital Lewat PRO NTT

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:30

Dampak Gempa, Puskesmas Wae Nakeng Alami Keretakan dan Pelayanan Dipindahkan ke Gedung Lama

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:25

KBM Tatap Muka di Manggarai Raya Dihentikan Sementara Pascagempa Flores

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:32

Berkat Pendampingan Kodim Manggarai Barat, Pembayaran Upah Buruh Proyek KDMP di Desa Liang Sola Akhirnya Terealisasi

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:30

Proyek Fisik KDMP Hampir Rampung Tahap Satu, Upah Buruh di Desa Liang Sola Belum Dibayar

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:02

52 Desa Persiapan di Kabupaten Manggarai Jalani Verifikasi Faktual, Golo Wangko Optimis Menuju Desa Definitif

Berita Terbaru