Kemenangan Petahana di Pilkada Karena Modal Namun Tidak Jadi Jaminan

- Editor

Jumat, 6 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Labuan Bajo, Pilkada Manggarai Barat diikuti dua Bakal Pasangan Calon yaitu, Mario Pranda-Richard Sontani dan Edistasius Endi- Yulianus Weng.

Edi-Weng sebagai petahana mendapat dukungan kuat dari tujuh Partai Politik, diantaranta, Nasdem, PKB, Gerindra, PDIP, PBB, PPP, PKS.

Mario Pranda-Richard Sontani didukung oleh sembilan Partai Politik Demokrat, Golkar, PAN, Perindo, PSI, PKN, Ummat, Buruh, Gelora.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengamat politik sekaligus Founder Indonesian Agora Research dan Ranaka Institute Ferdinandus Jehalut mengungkapkan, petahana tidak jamin menang dalam Pilkada.

“Tidak ada jaminan petahana bisa menang dalam kontestasi pilkada. Kabupaten Sikka menjadi salah satu contoh terbaik tumbangnya petahana dalam setiap kali kontestasi pilkada. Peristiwa politik di Kabupaten Sikka bisa juga terjadi di tempat-tempat lain dalam pilkada 2024, termasuk di Manggarai Barat,” ungkap Ferdy

Baca Juga:  Ketua Relawan Anak Momang Ajak Ribuan Massa Deklarasi Satukan Kekuatan Menuju Kemenangan Mario-Richard

Jebolan Magister Ilmu Komunikasi UGM itu menegaskan, Kekalahan petahana dalam kontestasi elektoral bisa dimaknai sebagai bentuk penghakiman rakyat terhadap pemimpin yang kinerjanya kurang maksimal.

“Persis itulah yang sebenarnya kita harapkan dari proses pemilu. Pemilu bukan semata-mata dijalankan sebagai rutinitas lima tahunan. Pemilu/Pilkada mesti benar-benar dimanfaatkan oleh rakyat untuk mengevaluasi kinerja pemimpin mereka,” kata Ferdy

Meskipun demikian, alumni IFTK Ledalero itu menerangkan dalam kalkulasi elektoral potensi petahana menang memang cenderung lebih besar karena dia nyaris memiliki dan menguasai semua modal dan infrastruktur sosial. Dia sudah memiliki basis pemilih loyal. Popularitasnya juga cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan lawan politiknya. Bahkan potensi dia memanfaatkan aparatur dan infrastruktur negara juga besar. Berkaitan dengan poin terakhir ini memang dibutuhkan kontrol yang kuat dari masyarakat dan lawan politik.

Baca Juga:  Pelayanan BRI Lembor Diduga Mempersulit Warga, Kepala Cabang Enggan Ditemui Wartawan, Ada Apa?

Ia menambahkan, meskipun potensi petahana menang cenderung lebih besar, kontestan lawan tidak boleh menyerah dan pasrah. Status sebagai petahana hanya salah satu variabel yang menentukan kemenangan.

“Ada banyak variabel lain yang menentukan kemenangan. Variable lain itu misalnya komposisi dukungan partai politik, kesolidan dukungan serta kerja mesin partai dan relawan, strategi kampanye atau branding, dan lain-lain,” bebernya

Dalam konteks pilkada Mabar, komposisi partai politik pendukung memang didominasi oleh pasangan petahana. Mereka menguasai 18 kursi di DPR. Sementara pasangan Mario Pranda dan Richardus Sontani hanya menguasai 10 kursi.

Baca Juga:  Breaking News: Kebakaran Lahap Rumah Pedagang di Belakang Pasar Wae Kesambi, Labuan Bajo

“Saya melihat ada faktor lain juga yang menguntungkan pasangan Mario-Richard, yaitu faktor pengaruh Mantan Bupati Mabar, Almarhum Fidelis Pranda, ayah dari Mario Pranda. Harus diakui bahwa Almarhum Fidelis Pranda dulu jelas memiliki basis pemilih loyal. Mereka itu kini besar kemungkinan akan tetap solid mendukung anak dari almarhum,”terang Ferdy

Selain itu, branding anak muda dari pasangan Mario-Richard juga menurut saya bisa menjadi nilai lebih untuk menggaet pemilih generasi millenial (Y) dan generasi Z. Segmen pemilih ini memiliki kekuatan penentu saat ini karena persentasenya yang cukup besar.

Berita Terkait

Marselinus Demang Menang Pilkades Liang Sola, Unggul 101 Suara
Dampak Gempa, Puskesmas Wae Nakeng Alami Keretakan dan Pelayanan Dipindahkan ke Gedung Lama
KBM Tatap Muka di Manggarai Raya Dihentikan Sementara Pascagempa Flores
Penetapan Calon dan Pengundian Nomor Urut Pilkades Golo Langkok Berjalan Lancar, Rikardus Ngaca Ajak Warga Wujudkan Politik Riang Gembira
Gabriel Kas Dapat Nomor Urut 1 di Pilkades Golo Watu, Sampaikan Pesan Persatuan dan Komitmen Bangun Desa
Kehadiran Dandim Manggarai Barat Berbuah Solusi, Upah Buruh Proyek KDMP Pong Majok Akhirnya Dibayarkan, Pekerja: Kami Akhirnya Bisa Bernapas Lega
Berkat Pendampingan Kodim Manggarai Barat, Pembayaran Upah Buruh Proyek KDMP di Desa Liang Sola Akhirnya Terealisasi
Proyek Fisik KDMP Hampir Rampung Tahap Satu, Upah Buruh di Desa Liang Sola Belum Dibayar

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 19:08

Marselinus Demang Menang Pilkades Liang Sola, Unggul 101 Suara

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:30

Dampak Gempa, Puskesmas Wae Nakeng Alami Keretakan dan Pelayanan Dipindahkan ke Gedung Lama

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:25

KBM Tatap Muka di Manggarai Raya Dihentikan Sementara Pascagempa Flores

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:38

Penetapan Calon dan Pengundian Nomor Urut Pilkades Golo Langkok Berjalan Lancar, Rikardus Ngaca Ajak Warga Wujudkan Politik Riang Gembira

Kamis, 2 Juli 2026 - 10:32

Gabriel Kas Dapat Nomor Urut 1 di Pilkades Golo Watu, Sampaikan Pesan Persatuan dan Komitmen Bangun Desa

Berita Terbaru