Kapolres Manggarai Pimpin Apel Operasi Ketupat Turangga 2026, Tekankan Sinergi Pengamanan Idul Fitri

- Editor

Kamis, 12 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Apel dipimpin langsung Kapolres Manggarai, AKBP Levi Defriansyah. Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah unsur lintas sektor, antara lain jajaran Kodim 1612 Manggarai, Brimob 2 Yon B Pelopor Manggarai, Satpol PP Kabupaten Manggarai, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai.

Apel dipimpin langsung Kapolres Manggarai, AKBP Levi Defriansyah. Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah unsur lintas sektor, antara lain jajaran Kodim 1612 Manggarai, Brimob 2 Yon B Pelopor Manggarai, Satpol PP Kabupaten Manggarai, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai.

METRO NTT – Kepolisian Resor Manggarai menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Turangga 2026 di Lapangan Apel Polres Manggarai, Kamis (12/3/2026). Apel ini menjadi tanda dimulainya kesiapsiagaan aparat dalam mengamankan arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Apel dipimpin langsung Kapolres Manggarai, AKBP Levi Defriansyah. Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah unsur lintas sektor, antara lain jajaran Kodim 1612 Manggarai, Brimob 2 Yon B Pelopor Manggarai, Satpol PP Kabupaten Manggarai, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai.

Dalam kesempatan itu, Kapolres membacakan amanat Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. Ia menegaskan bahwa apel gelar pasukan merupakan langkah penting untuk memastikan kesiapan personel maupun sarana pendukung sebelum pelaksanaan operasi pengamanan Lebaran.

“Apel gelar pasukan ini merupakan bentuk pengecekan kesiapan personel dan sarana prasarana, sekaligus wujud komitmen serta sinergitas lintas sektor dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026,” kata Levi saat membacakan amanat Kapolri.

Menurutnya, operasi tersebut bertujuan agar pelaksanaan mudik dan perayaan Idul Fitri dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Secara nasional, Operasi Ketupat 2026 digelar selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Operasi terpusat ini melibatkan sekitar 361.243 personel gabungan dari Polri, TNI, serta berbagai instansi terkait.

Dalam arahannya, Kapolres juga menyampaikan prediksi puncak arus mudik yang diperkirakan terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 14–15 Maret 2026 dan 18–19 Maret 2026. Sementara arus balik diprediksi berlangsung pada 24–25 Maret 2026 serta 28–29 Maret 2026.

Baca Juga:  Peduli Pendidikan di Sumba Timur, Wakapolda NTT Salurkan Bantuan untuk Siswa dan Perbaikan Sekolah

Pengamanan secara nasional akan difokuskan pada 185.607 objek vital, seperti masjid, lokasi salat Idul Fitri, pusat perbelanjaan, objek wisata, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, hingga bandara.

Selain kelancaran arus lalu lintas, kepolisian juga mengingatkan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat selama periode Lebaran.

“Beberapa potensi gangguan kamtibmas yang perlu diantisipasi antara lain kejahatan konvensional, premanisme, balap liar, hingga perkelahian antar kelompok,” ujar Levi.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, polisi akan meningkatkan patroli rutin dan melibatkan unsur pengamanan swakarsa, terutama pada titik-titik yang dianggap rawan.

Kapolres juga mengimbau masyarakat yang akan mudik agar memanfaatkan layanan penitipan kendaraan bermotor di kantor kepolisian guna menjaga keamanan selama rumah ditinggalkan.

Baca Juga:  Ehem,Pak Kades dan Guru Paud Tertangkap Sedang Berduaan di Kamar Hotel

Dalam apel tersebut turut dilibatkan BPBD Kabupaten Manggarai mengingat adanya potensi cuaca ekstrem selama periode mudik Lebaran. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah Indonesia diperkirakan mengalami cuaca berawan hingga hujan lebat.

Karena itu, aparat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah selatan Indonesia seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

“Kesiapsiagaan harus dilakukan mulai dari tahap pra-bencana, saat bencana, hingga pascabencana,” kata Levi.

Ia menegaskan, keberhasilan Operasi Ketupat 2026 tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan dukungan seluruh unsur lintas sektor dan masyarakat.

“Soliditas dan sinergitas semua pihak sangat dibutuhkan agar pengamanan Idul Fitri tahun ini berjalan aman dan lancar,” pungkasnya.

Penulis : Agustinus Ardi

Editor : Reims Nahal

Berita Terkait

Dampak Gempa, Puskesmas Wae Nakeng Alami Keretakan dan Pelayanan Dipindahkan ke Gedung Lama
KBM Tatap Muka di Manggarai Raya Dihentikan Sementara Pascagempa Flores
Kehadiran Dandim Manggarai Barat Berbuah Solusi, Upah Buruh Proyek KDMP Pong Majok Akhirnya Dibayarkan, Pekerja: Kami Akhirnya Bisa Bernapas Lega
Berkat Pendampingan Kodim Manggarai Barat, Pembayaran Upah Buruh Proyek KDMP di Desa Liang Sola Akhirnya Terealisasi
Proyek Fisik KDMP Hampir Rampung Tahap Satu, Upah Buruh di Desa Liang Sola Belum Dibayar
52 Desa Persiapan di Kabupaten Manggarai Jalani Verifikasi Faktual, Golo Wangko Optimis Menuju Desa Definitif
Mario Pranda Surati Uskup Labuan Bajo, Singgung Ratusan Pegawai Jadi Korban Mutasi
Tak Perlu Antre, Bayar Pajak Kendaraan di NTT Kini Bisa Digital Lewat PRO NTT

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:30

Dampak Gempa, Puskesmas Wae Nakeng Alami Keretakan dan Pelayanan Dipindahkan ke Gedung Lama

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:25

KBM Tatap Muka di Manggarai Raya Dihentikan Sementara Pascagempa Flores

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:32

Berkat Pendampingan Kodim Manggarai Barat, Pembayaran Upah Buruh Proyek KDMP di Desa Liang Sola Akhirnya Terealisasi

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:30

Proyek Fisik KDMP Hampir Rampung Tahap Satu, Upah Buruh di Desa Liang Sola Belum Dibayar

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:02

52 Desa Persiapan di Kabupaten Manggarai Jalani Verifikasi Faktual, Golo Wangko Optimis Menuju Desa Definitif

Berita Terbaru