Salah Tekan Sakelar, 241 Nyawa Melayang Dalam Kecelakaan Pesawat dari Bandara Ahmadenabad
METRO NTT – Sebuah penerbangan yang seharusnya menjadi awal dari liburan musim panas berubah menjadi tragedi udara paling mengerikan tahun ini. Air India AI171, pesawat canggih Boeing 787 Dreamliner yang hendak mengangkasa dari Bandara Ahmadenabad menuju London, justru berakhir menjadi kuburan massal di landasan pacu. Dari 242 orang yang ada di dalam pesawat, hanya satu yang selamat. Bahkan, 19 orang lainnya tewas tertimpa badan pesawat yang jatuh menghunjam ke tanah.
Hasil awal investigasi yang dirilis Biro Penyelidikan Kecelakaan Pesawat (AAIB) India pada Sabtu (12/7/2025) mengejutkan publik. Ada dugaan bahwa penyebab utama kecelakaan itu berasal dari kesalahan fatal manusia—tepatnya dari satu sentuhan jari di sakelar pengatur bahan bakar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Satu Sentuhan, Ribuan Kehidupan Hancur
Laporan sepanjang 15 halaman itu menyebutkan, sakelar pengatur pasokan bahan bakar sempat berada di posisi “mati” hanya dalam waktu satu detik, tepat saat pesawat melaju di kecepatan 180 knot. Satu detik itulah yang menjadi awal malapetaka. Tak ada penjelasan pasti dari AAIB mengapa sakelar itu berubah posisi, namun para ahli meyakini: sakelar itu nyaris mustahil bergerak sendiri.
“Sakelar bahan bakar itu dilindungi penutup khusus. Harus dibuka secara manual sebelum ditekan,” ujar salah satu pakar penerbangan yang dikutip Indian Express. “Dan sakelar itu tidak semestinya disentuh saat lepas landas.”
Rekaman Kokpit Bongkar Drama di Udara
Rekaman percakapan pilot dalam kokpit menambah luka. Terdengar salah satu pilot mempertanyakan kenapa pasokan bahan bakar dihentikan. Namun sang rekan langsung membantah. Sebuah percakapan singkat namun memilukan yang menandai kekacauan yang sedang berlangsung dalam kokpit.
Pilot yang mengemudikan pesawat, Clive Kunder, saat itu didampingi oleh Sumeet Sabharwal, pilot senior yang bertugas mengawasi. Belum jelas siapa yang menekan sakelar maut itu. Tapi AAIB memastikan, keduanya sempat berjuang menyalakan ulang mesin hanya dalam waktu 29 detik—waktu yang terlalu singkat untuk menyelamatkan pesawat yang baru mencapai ketinggian 625 kaki sebelum akhirnya menghunjam ke tanah.
“Tidak Ada Masalah Teknis,” Tapi Mengapa Sakelar Bisa Mati?
Laporan perawatan pesawat sejak 2023 tidak menunjukkan adanya keluhan tentang sakelar bahan bakar. Semuanya rutin, bersih, dan sesuai prosedur. Bahkan penerbangan sebelumnya dari New Delhi ke Ahmadenabad hanya mencatat kelainan sensor STAB POS XCDR yang kemudian dinyatakan “sudah dibereskan”.
Namun, sejarah berkata lain. Pada 2018, FAA Amerika Serikat sempat mengeluarkan peringatan soal potensi masalah sakelar bahan bakar di model Boeing tertentu—termasuk seri 787 Dreamliner. Apakah itu menjadi benang merah dari tragedi ini? AAIB belum menyimpulkan secara pasti.
Kisah-Kisah yang Terputus di Langit India
Pesawat AI171 tak hanya membawa barang dan penumpang. Ia membawa impian, harapan, dan kisah hidup ratusan jiwa yang kini tinggal nama. Salah satunya adalah keluarga Pratik Joshi—ayah, ibu, dan dua anak mereka. Mereka hendak liburan musim panas ke Inggris. Kini, nama mereka terpampang di daftar korban.
Yang selamat hanya satu orang. Namanya belum diungkap. Tapi menurut sumber AAIB, ia ditemukan di reruntuhan bagian ekor pesawat dengan luka berat. Hingga kini, ia masih dirawat intensif dan belum bisa dimintai keterangan.
Bukan Mesin, Bukan Cuaca, Tapi… Manusia
AAIB menegaskan, tidak ada indikasi cuaca buruk, tabrakan dengan burung, atau gangguan eksternal lain. Bahkan kamera pengawas bandara memperlihatkan bilah mesin melambat drastis, bukti bahwa mesin memang benar-benar mati akibat pasokan bahan bakar terputus total.
Satu kesimpulan yang tidak bisa dihindari: faktor manusia tetap menjadi titik paling rapuh dalam sistem penerbangan secanggih apa pun. Dalam kasus AI171, semua perangkat bekerja, semua prosedur dijalankan, semua sistem canggih berfungsi. Namun satu sakelar yang berpindah posisi dalam satu detik telah merenggut 241 nyawa dan mencatat sejarah kelam baru dalam dunia penerbangan India.
Air India dan Penantian Kebenaran
Manajemen Air India telah menerima laporan awal ini dan berjanji bekerja sama penuh dengan pihak berwenang. “Kami menunggu hasil akhir dan akan mengevaluasi semua prosedur keselamatan,” kata pernyataan resmi Air India.
Namun publik dan keluarga korban masih menunggu satu jawaban paling penting: siapa yang sebenarnya menekan sakelar itu?






