Salah Tekan Sakelar, 241 Nyawa Melayang Dalam Kecelakaan Pesawat dari Bandara Ahmadenabad

- Editor

Sabtu, 12 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah Tekan Sakelar, 241 Nyawa Melayang Dalam Kecelakaan Pesawat dari Bandara Ahmadenabad

Salah Tekan Sakelar, 241 Nyawa Melayang Dalam Kecelakaan Pesawat dari Bandara Ahmadenabad

Salah Tekan Sakelar, 241 Nyawa Melayang Dalam Kecelakaan Pesawat dari Bandara Ahmadenabad

METRO NTT – Sebuah penerbangan yang seharusnya menjadi awal dari liburan musim panas berubah menjadi tragedi udara paling mengerikan tahun ini. Air India AI171, pesawat canggih Boeing 787 Dreamliner yang hendak mengangkasa dari Bandara Ahmadenabad menuju London, justru berakhir menjadi kuburan massal di landasan pacu. Dari 242 orang yang ada di dalam pesawat, hanya satu yang selamat. Bahkan, 19 orang lainnya tewas tertimpa badan pesawat yang jatuh menghunjam ke tanah.

Hasil awal investigasi yang dirilis Biro Penyelidikan Kecelakaan Pesawat (AAIB) India pada Sabtu (12/7/2025) mengejutkan publik. Ada dugaan bahwa penyebab utama kecelakaan itu berasal dari kesalahan fatal manusia—tepatnya dari satu sentuhan jari di sakelar pengatur bahan bakar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Satu Sentuhan, Ribuan Kehidupan Hancur

Laporan sepanjang 15 halaman itu menyebutkan, sakelar pengatur pasokan bahan bakar sempat berada di posisi “mati” hanya dalam waktu satu detik, tepat saat pesawat melaju di kecepatan 180 knot. Satu detik itulah yang menjadi awal malapetaka. Tak ada penjelasan pasti dari AAIB mengapa sakelar itu berubah posisi, namun para ahli meyakini: sakelar itu nyaris mustahil bergerak sendiri.

Baca Juga:  Dipecat dari Kepolisian Karena Terbukti Penyuka Sesama Jenis, Sudah Menjabat Sebagai Wadirkrimsus Polda

“Sakelar bahan bakar itu dilindungi penutup khusus. Harus dibuka secara manual sebelum ditekan,” ujar salah satu pakar penerbangan yang dikutip Indian Express. “Dan sakelar itu tidak semestinya disentuh saat lepas landas.”

Rekaman Kokpit Bongkar Drama di Udara

Rekaman percakapan pilot dalam kokpit menambah luka. Terdengar salah satu pilot mempertanyakan kenapa pasokan bahan bakar dihentikan. Namun sang rekan langsung membantah. Sebuah percakapan singkat namun memilukan yang menandai kekacauan yang sedang berlangsung dalam kokpit.

Pilot yang mengemudikan pesawat, Clive Kunder, saat itu didampingi oleh Sumeet Sabharwal, pilot senior yang bertugas mengawasi. Belum jelas siapa yang menekan sakelar maut itu. Tapi AAIB memastikan, keduanya sempat berjuang menyalakan ulang mesin hanya dalam waktu 29 detik—waktu yang terlalu singkat untuk menyelamatkan pesawat yang baru mencapai ketinggian 625 kaki sebelum akhirnya menghunjam ke tanah.

“Tidak Ada Masalah Teknis,” Tapi Mengapa Sakelar Bisa Mati?

Baca Juga:  Pawai Takbiran di Reok Meriah, Kapolsek Reo Turun Langsung Pastikan Keamanan

Laporan perawatan pesawat sejak 2023 tidak menunjukkan adanya keluhan tentang sakelar bahan bakar. Semuanya rutin, bersih, dan sesuai prosedur. Bahkan penerbangan sebelumnya dari New Delhi ke Ahmadenabad hanya mencatat kelainan sensor STAB POS XCDR yang kemudian dinyatakan “sudah dibereskan”.

Namun, sejarah berkata lain. Pada 2018, FAA Amerika Serikat sempat mengeluarkan peringatan soal potensi masalah sakelar bahan bakar di model Boeing tertentu—termasuk seri 787 Dreamliner. Apakah itu menjadi benang merah dari tragedi ini? AAIB belum menyimpulkan secara pasti.

Kisah-Kisah yang Terputus di Langit India

Pesawat AI171 tak hanya membawa barang dan penumpang. Ia membawa impian, harapan, dan kisah hidup ratusan jiwa yang kini tinggal nama. Salah satunya adalah keluarga Pratik Joshi—ayah, ibu, dan dua anak mereka. Mereka hendak liburan musim panas ke Inggris. Kini, nama mereka terpampang di daftar korban.

Yang selamat hanya satu orang. Namanya belum diungkap. Tapi menurut sumber AAIB, ia ditemukan di reruntuhan bagian ekor pesawat dengan luka berat. Hingga kini, ia masih dirawat intensif dan belum bisa dimintai keterangan.

Baca Juga:  Kapolres Manggarai Bagikan Bingkisan Jelang Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi, Tegaskan Nilai Toleransi

Bukan Mesin, Bukan Cuaca, Tapi… Manusia

AAIB menegaskan, tidak ada indikasi cuaca buruk, tabrakan dengan burung, atau gangguan eksternal lain. Bahkan kamera pengawas bandara memperlihatkan bilah mesin melambat drastis, bukti bahwa mesin memang benar-benar mati akibat pasokan bahan bakar terputus total.

Satu kesimpulan yang tidak bisa dihindari: faktor manusia tetap menjadi titik paling rapuh dalam sistem penerbangan secanggih apa pun. Dalam kasus AI171, semua perangkat bekerja, semua prosedur dijalankan, semua sistem canggih berfungsi. Namun satu sakelar yang berpindah posisi dalam satu detik telah merenggut 241 nyawa dan mencatat sejarah kelam baru dalam dunia penerbangan India.

Air India dan Penantian Kebenaran

Manajemen Air India telah menerima laporan awal ini dan berjanji bekerja sama penuh dengan pihak berwenang. “Kami menunggu hasil akhir dan akan mengevaluasi semua prosedur keselamatan,” kata pernyataan resmi Air India.

Namun publik dan keluarga korban masih menunggu satu jawaban paling penting: siapa yang sebenarnya menekan sakelar itu?

Berita Terkait

Kehadiran Dandim Manggarai Barat Berbuah Solusi, Upah Buruh Proyek KDMP Pong Majok Akhirnya Dibayarkan, Pekerja: Kami Akhirnya Bisa Bernapas Lega
Berkat Pendampingan Kodim Manggarai Barat, Pembayaran Upah Buruh Proyek KDMP di Desa Liang Sola Akhirnya Terealisasi
Proyek Fisik KDMP Hampir Rampung Tahap Satu, Upah Buruh di Desa Liang Sola Belum Dibayar
52 Desa Persiapan di Kabupaten Manggarai Jalani Verifikasi Faktual, Golo Wangko Optimis Menuju Desa Definitif
Mario Pranda Surati Uskup Labuan Bajo, Singgung Ratusan Pegawai Jadi Korban Mutasi
Tak Perlu Antre, Bayar Pajak Kendaraan di NTT Kini Bisa Digital Lewat PRO NTT
6 Calon Jemaah Haji asal Kecamatan Lembor Resmi Dilepas, Camat: Pergi 6 Orang, Pulang Harus 6 Orang
Jalan Welu–Wuas Rusak Parah, Warga Minta Pemda Matim Segera Perbaiki di 2026

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 07:48

Kehadiran Dandim Manggarai Barat Berbuah Solusi, Upah Buruh Proyek KDMP Pong Majok Akhirnya Dibayarkan, Pekerja: Kami Akhirnya Bisa Bernapas Lega

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:32

Berkat Pendampingan Kodim Manggarai Barat, Pembayaran Upah Buruh Proyek KDMP di Desa Liang Sola Akhirnya Terealisasi

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:30

Proyek Fisik KDMP Hampir Rampung Tahap Satu, Upah Buruh di Desa Liang Sola Belum Dibayar

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:02

52 Desa Persiapan di Kabupaten Manggarai Jalani Verifikasi Faktual, Golo Wangko Optimis Menuju Desa Definitif

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:30

Mario Pranda Surati Uskup Labuan Bajo, Singgung Ratusan Pegawai Jadi Korban Mutasi

Berita Terbaru